Pada tanggal 20 Mei 1521, St. Ignatius terluka parah ketika sebuah cannonball (peluru meriam) menghancurkan kakinya. Momen cannonball ini menandai awal peziarahan spiritual Igantius, dari pertobatan menuju pengabdian total kepada Kristus. Hal ini membuka sebuah harapan baru bagi Ignatius; sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mulai melihat dunia ini dan segala sesuatunya dengan baru baru dalam kacamata Kristus.

Pengalaman Cannonball yang tidak sesuai ekspektasi ini memicu sebuah pertobatan dan keinginan untuk mengikuti Kristus lebih dekat lagi. Keinginan ini mengubah hidup Ignatius secara mendasar, yang sangat bertolak belakang dari keinginannya dulu. Ia telah menemukan mimpi baru, yaitu cara bagaimana ia melihat segala sesuatu secara baru dalam Kristus. Ini bukanlah pengalaman yang bisa ada pada zaman itu, abad ke 16, melainkan pengalaman yang bisa juga kita dapatkan saat ini.

Di sini, kita akan mendengarkan berbagai pengalaman cannonball orang-orang disekitar kita… heninglah sejenak dan refleksikan: Apa cannonball moment Anda?

Saksikan kisah-kisah Cannonball Moment di Youtube Jesuit Indonesia.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Most Popular

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Monthly Newsletter

No spam, notifications only about news and reflections.

On Key

Related Posts

Indulgensi saat Tahun Ignatian?

Selama tahun Ignatian ini, Takhta Suci memberikan berkat Indulgensi penuh. Tulisan ini merupakan terjelahan dari Benoit Malvauz. Jubileum 500 tahun pertobatan St. Ignatius dan 400

Doa Tahun Ignatian

Allah yang selalu mencinta, Kami menghadap-Mu, seraya memohon rahmat khusus di tahun Ignatian yang kami jalani, untuk mengenang pertobatan St. Ignatius Loyola. Kami mengingat kembali